October302008
should we always be positive in our life?
hari ini saya menghadapi ujian psiko tes yang sangat panjang dan melelahkan. dan yang paling menyebalkan adalah saat saya diperintahkan untuk menggambar satu sosok manusia dalam keadaan anggota tubuh yang lengkap. spontan saat itu, saya langsung menggerutu.
Kenapa harus gambar orang ???
itu yang jadi pertanyaan saya. dan sepanjang pembuatan gambar tersebut saya terus tertawa. untungnya, tidak terlalu mengganggu yang lain karena saya duduk di pojok paling belakang. dimulai dari kesalahan gambar saya karena betis yang saya gambarkan besar sebelah. spontan saya tertawa dan mengundang teman sebelah saya untuk ikut tertawa. alhasil, setelah sang penguji mengatakan masih ada yang belum selesai? saya langsung mengacungkan tangan dan segera memperbaikinya. dan jadilah gambar anak kecil kira-kira berumur sepuluh tahun dan berkaki seperti gajah. saya memperlihatkan gambar saya kepada teman sebelah saya, dan kami pun tertawa tak henti-hentinya.
setelah selesai, saya keluar kelas dan makan bersama teman saya di food court. hari ini saya memang kelaparan. karena otak saya sudah dikuras setengah hari untuk mengerjakan psikotes. setelah makan saya langsung cabut ke perpustakaan dan langsung mengambil koran kompas terbaru. selain Headline yang memberitakan bahwa telah terjadi pendaratan darurat pertama pesawat di jalan tol cikampek yang heboh, saya membaca kolom olahraga, berharap ada progres lebih dari tim indonesia di kancah Asian Beach Olympics yang diselenggarakan di Bali. namun pandangan saya berubah tergerak melihat kolom kecil di sisi kiri atas halaman. dengan judul : Peter Buckley, tak mau kalah ke-257 kalinya.
setelah saya baca, rupanya ada petinju berkebangsaan inggris yang punya rekor bertarung sebanyak 299 kali. sayangnya, 256 kali dari total rekor bertandingnya membuahkan kekalahan. buru-buru saya browsing di google untuk mendapatkan datanya. ternyata dari total selama kurang lebih dua puluh tahun dia bergunjing dalam dunia tersebut dia hanya pernah menang 31 kali dengan 8 diantaranya KO. memang, mungkin peter buckley hanya bisa bermain dalam kelas amatir. namun perjuangannya yang selama 20 TAHUN !! (hal ini mengingatkan saya kepada drama peristiwa anak dan ibu Fatmala) dalam biografinya yang singkat, Buckley mengatakan, ia memanajeri dirinya sendiri dan mungkin bertinju adalah hobinya. sehingga ia tidak memikirkan menang atau kalah. menang mungkin luar biasa namun kalah sudah biasa.
membaca ulang berita itu, saya jadi berpikir. mungkin memang Buckley bisa dibilang seorang ‘LOSER’ sejati. namun hal yang perlu dimaknai adalah Semangat yang dimilikinya untuk terus berkiprah memperjuangkan hidupnya. entah apa yang menjadi motif hidupnya. saya belum sepenuhnya mengetahui. saya pikir, kita pantas belajar dari orang seperti dia. terkadang kita terlalu mudah menyerah untuk mendapatkan sesuatu. mendapat rintangan yang sedikit sulit, langsung saja kita memvonis bahwa itu diluar dari kemampuan yang TUHAN berikan kepada kita. padahal, TUHAN telah memberikan semuanya kepada kita. tinggal bagaimana usah kita untuk memperoleh hal tersebut.
Pelajaran pertama yang saya dapat adalah, sepulang saya dari kampus, saya akan memperbaiki kemampuan saya dalam bidang menggambar dan memperbaiki nilai Business Communication saya yang diluar dugaan, saya mendapat nilai yang jeblok.
NB: tanggal 31 oktober ini, Buckley akan menggenapkan rekor tandingnya menjadi 300 kali. apakah mungkin ini kekalahannya yang ke 257 kalinya??